Rabu, Desember 28, 2011

IDEOLOGI PENGEMBANGAN PENGETAHUAN

Oleh: Muh. Didi Haryono

Sebelum dijelaskan lebih dalam tentang pengembangan pengetahuan terlebih dahulu kita pahami tentang ideologi. Ideologi berasal dari dua kata yang berbeda yaitu idea dan logos. Idea berarti ide, pokok pemikiran atau pokok persoalan, sedangkan logos berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi, ideologi secara umum berarti ilmu tentang ide. Namun, banyak pakar yang menjelaskan tentang definisi tentang ideologi diantaranya: ideologi sebagai pandangan hidup, ideologi sebagai sebuah system yang jelas, dan ideologi sebagai pemikiran yang menyeluruh dan konprehensif. Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa ideologi merupakan pemikiran yang menyeuruh melahirkan seluruh system dan aturan.
Pertanyaan kemudian adalah apakah dalam pengembangan pengetahuan memerlukan sebuah ideologi? Jawabannya perlu. Karena jika kita perhatikan definisi di atas maka ideologi perlu untuk dijadikan pandangan atau arah yang jelas dalam mengembangakan pengetahuan. Oleh karena itu, dalam analisis ini penulis mencoba menganalisia tentang ideologi pengembangan pengetahuan.
Ideologi pengembangan pengetahuan sama dengan atau equivalen dengan arah pengembangan pengetahuan dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia. Dalam memajukan dunia pendidikan seharusnya tidak ada perbedaan atau dikotomi antara ilmu umum dengan ilmu agama karena terlihat terjadi diskriminasi ilmu pengetahuan (knowledge). Pada hal, hakikatnya ilmu adalah ilmu yang tidak ada perbedaan antara keduanya. Sehingga, untuk memajukan dunia pendidikan seharusnya terintegrasikan antara ilmu pengetahuan dalam hal ini ilmu umum dan ilmu agama agar dengan motivasi atau spirit keagamaan yang tertuang dalam kitab suci mendorong manusia untuk meneliti (research) dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia. Jika, kita melihatnya secara historis (sejarah) pada masa ke-Khilafahaan kemajuaan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, ilmu kedokteran, matematika, biologi, fisika, arsitektur, filsafat, ketatanegaraan, geografi, dan sebagainya. Pada perkembangan itu Barat dan Eropa mengakui kemajuan tersebut dan berutang budi kepada islam atas perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu, kemudian pada masa itu Barat menjulukinya dengan “The Golden age” atau masa kejayaan islam. Sosok Ibnu Sina atau Avensena yang dikenal di barat sebagai bapak kedokteran, jika kita baca biografinya, beliau bukan hanya ahli keokteran tetapi beliau juga ahli hadist dan ahli tafsir.
Saat ini dunia pendidikan Indonesia berkembangan dalam memajukan ilmu pengetahun dan teknologi. Tetapi apakah mampu Indonesia menjadi Negara superpower dalam perkembangan dan kemajuan teknologinya? Pertanyaan inilah yang menjadi motivasi dalam menetukan ideologi apa yang yag digunakan dalam mengembangkan pengetahuan indonesia. Dalam mengambil ideologi tentu banyak yang kita perhatikan, memang kemajuan barat saat ini berkembang dengan pesat dan tidak bisa kita pungkiri dengan kemajuannya, namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan misalkan pendidikan moral, pendidikan tingkah laku dan aspek lainnya. Misalkan aspek pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja di barat seakan-akan sudah menjadi hal yang biasa dilakukan di negara tersebut, hampir semua remajanya terkena HIV/AIDS. Jikalau renerasi mendatang pergaulannya seperti ini maka masa depan sebuah Negara tinggal tunggu “ajal” kehancurannya. Bukankah pemuda adalah generasi selanjutnya, jika generasi saat ini baik maka generasi masa depan akan baik, sebaliknya jika generasi saat ini buruk, maka generasi akan datang hancur.
Oleh karena itu, pendidikan islam sangat menjunjung tinggi nilai moral, akhlak, dan estetika yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Karena dengan itu generasi masa depan akan senantiasa betah belajar dan saling mrnghargai sesama manusia. Sehingga lebih tepat kalau ideology pengembangan pengetahuan harus kembalikan kepada pendidikan islam.

0 komentar: