Selasa, Januari 22, 2013

Oleh: Muh. Didi Haryono (The Leader ICS)
 
Kasus yang menimpa selebritis akhir-akhir ini cukup banyak, salah satu kasus yang sangat aktual yang menarik untuk diperhatikan/ dikaji adalah kasus yang menimpa Ardina Rasty dan Ezha Gionino yang dinilai sebagai kasus tindakan kekerasan terhadap perempuan sebagaimana perkaranya dilaporkan oleh korban (Ardina Rasty) kepada pihak kepolisian terhadap Ezha Gionino yang telah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.
Kasus tersebut perlu dicermati secara bijak dan perlu didalami sebagaimana mestinya, karena kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi begitu banyak dan penulis sangat yakin (haqqul yaqin) bahwa kasus tersebut hanya salah satu yang baru muncul dipermukaan setelah terungkapnya tindakan “kekerasan” yang dilakukan oleh Ezha Gionino terhadap Ardina Rasty. Penulis juga melihat masih banyak tindakan kekerasan terhadap perempuan yang belum terungkap dikalangan pemuda saat ini.
Disisi lain, secara pisikologi sangat berpengaruhi terhadap kejiwaan perempuan yang dikenal lembut dan menggunakan perasaan. Perempuan perlu dihormati dan dijaga sebagaimana islam menjaga dan melindungi kehormatan wanita. Begitu pula orang tua Ardina Rasty yang sangat marah dengan kejadian tersebut.
Penulis tidak membela salah satu di antara mereka, tetapi penulis mencoba untuk mengkaji  masalah ini secara objektif untuk melihat akar permasalahan tersebut terutama kaitannya dengan pergaulan para artis yang sangat menghebohkan dikalangan para remaja. Apalagi, mereka dikenal sebagai pablik figure yang seharusnya memberikan contoh yang baik disisi pergaulannya bukan malah sebaliknya. Tetapi ada hal yang menarik sebagai pelajaran yang berharga bagi semua kalangan termasuk orang tua untuk lebih berhati-hati lagi dan terus memperhatikan pergaulan mereka, jangan sampai terjadi hal seperti itu baru kemudian sadar. Pada hal yang harus segera dieliminir adalah penyebab dan akar masalahnya. Karena kata orang bijak tidak mungkin ada asap jika tidak ada api, tidak mungkin ada akibat jika tidak ada masalah sebelumnya.
Penulis melihat bahwa kasus yang menimpa kedua selebritis tersebut disebabkan oleh “pacaran” dikalangan mereka yang serba bebas. Sehingga, ada anggapan yang keliru di antara mereka, seakan-akan semuanya bisa dilakukan tanpa ada batas sedikitpun atau mungkin dengan anggapan, berlabelkan atau besertifikat “pacaran” semua halal untuk dilakukan. Fakta menunjukan bahwa pacaran yang serba bebas tersebut kita melihat justru lebih banyak mudhorat dari manfaatnya, bahkan berakhir dengan saling membenci dan permusuhan, pada hal sebelumnya sangat akrab dan baik sekali (lihat haramnya pacaran dalam Islam).
Akhirnya, penulis menyatakan bahwa pablik figure harus memberikan contoh yang terbaik bagi masyarakat. Kemudian tindakan kekerasan juga tidak boleh dibiarkan kepada siapapun, baik laki-laki maupun kepada perempuan. Oleh karena itu, penyebabnya harus segera dieliminir dan ditinggalkan supaya hidup bermanfaat dan diridhoi oleh Allah.
Saran: bagi laki-laki yang pernah lakukan tindakan yang serupa terhadap perempuan maka minta maaflah! Saatnya kita bertobat kepada Allah dan berjanjilah dalam hati yang paling kecil untuk melindungi dan menjaga mereka sebagaimana kita menjaga diri kita sendiri.

0 komentar: